Monthly Archives: January 2011

My Life

Gak Perlu Ilmu Tinggi, Gan!

Based On True Story

Assalamu alaikum wr wb.

Apa kabar? Baik? Buruk? Agak Buruk? Nikmati saja lah gan,

Begini gan, cerita pendek ini berawal dari Laboratorium Komputer SMKN 1 Gombong [Kebumen]. Waktu ane lagi sibuk ngrusak PC ber-OS Windows. Iya gan, itu salah satu materi pelajaran di sekolah saya. Jadi sistemnya gantian ngrusak terus gantian juga mbenerin-nya. Ya latihan troubleshoot Jaringan dan Komputer. Waktu lagi konsen – konsen-nya ngrusak lewat gpedit.msc ada guru mendekat. Mukanya serius banget sampa takut ane, dia tanya “Yub, software bakar CD di Ubuntu namanya apa ya?” Saya jawab dengan senang hati dan sedikit mikir “Brasero Pak!” Terus ane nglanjutin ngrusaknya ehhh… dateng lagi tuh guru “Mana Ayyub?” ane jawab “Disini Pak!, Ada apa?” Pak guru jawab ” Sini Sebentar”

Wahh,.. ane mrinding tuh. Ane salah ngomong nama software apa yak? Terus pak Guru ngomong “Software-nya yang mana sih?” GUBRAKKK,..terus ane jawab “Itu pak” [sambil nunjuk layar netbook Zyrex punya guru itu persis guru lagi ngajarr muridnya].

Terus ada apa di balik cerita tersebut?

Begini gan,.

Ane pernah di beritahu sama babe ane. “Sebaik-baik orang itu orang yang BERGUNA”. Jadi walaupun ilmu ane sedikit dan sering di SEPELEKAN oleh sesama Linux user[kalo baca,. pasti ngrasa lah yang suka sepelain saia siapa], tapi minimal ane bisa berbagi ilmu yang sepele seperti itu dengan orang lain. Daripada punya ilmu segudang senjata kalo ga pernah di bagi ya percuma. Emang kita hidup cuma sendiri! Ingat! Hal yang kita anggap sepele belum tentu oleh orang lain dianggap sepele.

Thanks gan atas waktunya baca post ane.

Wassalam

My Life

Ironis-nya Nasib Newbie

Assalamu alaikum wr wb. Apa kabar? Saya harap anda dalam keadaan sehat wal afiat saya di sini juga sehat tampa kurang suatu apapun [malah nulis surat :D ]. Di Indonesia, di negeri kita tercinta ini ada sebuah gerakan yang dinamakan IGOS [Indonesia Go OpenSource] yang di gembar-gemborkan akhir-akhir ini. Namun ironisnya orang-orang yang menggembar-gemborkan gerakan itu malah melakukan tindakan yang bertolak belakang dengan apa yang di ucapkan mulut [baca: cocot] nya sendiri. IGOS dideklarasikan pada 30 Juni 2004 oleh 5 kementerian yaitu Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Departemen Pendidikan Nasional. Tapi banyak juga orang atau komunitas yang juga ikut menggebar-gemborkan gerakan itu.

Terserah anda berpikir kalau tulisan saya ini sangat subjektif atau malah berpikir penulis adalah orang konyol tolol atau frustasi. Namun ini benar-benar mengganjal di hati saya. Ini berawal dari sebuah kebingugan saya dengan Ubuntu yang terinstall di notebook saya sebagai seorang newbie saya punya inisiatif untuk bertanya kepada “orang yang saya anggap” pintar/mampu untuk membantu saya mengatasi masalah tersebut, namun apa yang saya dapatkan? SAKIT HATI!
Kenapa ko’ malah sakit hati? Ternyata saya tanya ke orang yang salah. Dia tidak mau membantu saya! Bahkan menjawab pesan saya pun tidak! Untuk seorang newbie itu membuat kita [newbie] patah semangat untuk belajar Linux! Dan menurut pengamatan saya mereka cuma berbagi dengan “teman dekat” nya saja. Atau mungkin malah hanya share dengan komunitas OpenSource miliknya. Memang orang-orang tersebut mempunyai web atau blog pribadi yang bisa jadi tempat berbagi dengan orang lain bahakn seluruh dunia tapi itu bukan jaminan dia mau berbagi sepenuh hati. Indikasinya bisa anda lihat di Commnet blog mereka. Apakah mereka akan menjawab pertanyaan orang yang meraka tidak kenal?

Ini sungguh teramat sangat di sayangkan. Itu sangat berlawanan dengan hakikat Opensource yang mengutamakan kebebasan, keterbukaan. Dan kejadian tersebut tidak hanya untuk 1 kali, berulang! Aktifis opensource itu beda dengan Artis. Wajar jika seorang artis tidak membalas pesan dari penggemarnya yang sangat banyak. Dan seseorang yang dimintai bantuan seharusnya bersyukur berarti mereka di anggap pintar/ mampu oleh orang yang bertanya. Kalian bisa coba sendiri- sendiri di rumah :D coba kalian ajak chat orang-orang yang “terkenal” di kalangan opensource apakah mereka akan menjawab? Memang itu tidak dilakukan oleh semua orang-orang “terkenal” itu.

Memang sebagai seorang newbie kita juga harus menghormati orang-orang “pintar” yang pasti sangat sibuk, mulai dari ditanyain newbie lainya, ngurus blog, project, dll. Jadi jangan sampai kita tanya terlalu berlebihan ada baiknya kita cari dulu ke google dan pengembanganya bisa kita tanyakan ke orang “pintar” tersebut. Dengan begitu timbul rasa saling menghormati sehingga akan tercipta lingkungan Opensource yang “sebenarnya”.

Terima Kasih atas waktu yang anda luangkan untu membaca post tak penting ini.
Maaf jika ada salah kata atau malah seluruh tulisan ini membuat hati anda panas dan sakit. peace :D
Wassalam.
regard, h1dr0X

Linux

Enable Desktop Effects di Linux Mint Debian Edition

Assalamu alaikum wr wb. Jadi kemarin waktu mau enable desktop effect ngga bisa keluar beginian:

Kenapa itu ya?

Tapi setelah meng-”on”-kan insting ngarang dan spekulatif :D masalah tersebut berhasil saya atasi. Namun parahnya saya ga tau kenapa itu bisa di enable. Tapi seingat saya dan melihat history di terminal saya, caranya begini:

  • Masuk terminal
  • Ketik:
  • sudo apt-get install xserver-xorg-core-dbg xserver-xorg-core xserver-xorg-dev xorg-dev xorg xserver-xorg xorg-docs-core xorg-docs xserver-xorg-video-intel

    terus “enter” dehh,.. [ga tau tuh ada hubunganya ga instal-install begituan sama masalah desktop effect :D ]

  • Terus restart KDE-nya:

/etc/init.d/kdm restart

  • Terus masuk ke System Setting –> Look and Feel —> Desktop –> Desktop Effects

Begitulah… itu yang saya lakukan untuk enable desktop effect di LMDE saya.
Kalo ternyata itu tidak bekerja ya saya minta maaf :D saya kan cuma ngarang. Terus juga kalo perintah itu ga ada hubunganya sama enable desktop effect saya juga minta maaf yang sebesar-besarnya.
Sekian dan terima kasih :)

Linux

Install Firefox 4 di Linux Mint Debian Edition

Assalamu alaikum wr wb. Lagi semangat nihh,.. banyak inspirasi terutama karena ada cewe cantik di sekolah yang lagi jomblo :D Sesuai judul di atas yaitu Install Firefox 4 di Linux Mint Debian Edition. Kemarin waktu pake 3.6.13 [kalo ga salah] di LMDE saya tampilanya itu kacau gituu,.. jadi di tab pirpoknya ada semacem “noda” sayang belom sempat saya abadikan keburu install pirpok 4 ini.

Langsung saja saya h1dr0X akan segera menginformasikan bagaimana instalasi tanpa mebuang history dan data lainya di pirpox kita yang sebelumnya. Begini gan:

  • Pertama donlod dolo tuh pirpok-nya di sini. /
  • Backup /usr/share/applications/firefox.desktop
  • Uninstall paket firefox di LMDE
  • Ekstrak hasil donlodan firefox ke /opt/
  • Rubah kepemilikan file

chown <username>:<username> -R /opt/firefox

  • Buat link ke /usr/bin/firefox

ln -s /opt/firefox/firefox /usr/bin/firefox

  • Restore /usr/share/applications/firefox.desktop yang tadi udah di backup
  • Yang terakhir, update dulu

update-alternatives –install  /usr/bin/x-www-browser x-www-browser /opt/firefox/firefox 70

udah,.. cuma itu aja. Selamat mencoba :D

Linux Umum

Browsing Di Terminal-mu!

Assalamu alaikum wr wb. Males banget besok pagi udah masuk sekolah [3 Januari 2011]. Menghilangkan rasa trauma dan ketakutan akan upacara hari senin dan sekolah iseng main di terminal. Setelah lama ngetik-ngetik ga jelas, inget akan pembicaraan om-om di kumpul bareng orang-orang FOLK [Forum Linux Kebumen] mengenai lynx.  Sebagai pengguna Linux yang masih awam pada saat itu jujur saya ga mudeng. Tapi berhubung ga ada kerjaan akhirnya coba browsing pake lynx ini. Lynx ini menurut pemahaman saya yaitu web browser yang berjalan pada mode text di terminal. Kalo lebih jelasnya silahkan kunjungi wikipedia. Pengin coba juga? *note: tutorial [bisa disebut tutorial ga ya? :D ] hanya untuk newbie. Anda bukan newbie baca yang lain aja.

Ok. Setelah anda tanya pada diri anda dan diri anda menjawab anda seorang newbie silahkan lanjutkan membacanya. Pertama untuk bisa mendapatkan sensasi browsing ala lynx yang pasti anda harus download progamnya dulu kan? Kalo anda pake ubuntu dan temen-temennya tinggal ketik:

sudo apt-get install lynx

Saya menggunakan Linux Mint Debian Edition dan ternyata lynx sudah tersedia di sana. Sulit mau jelasin ke unggulan atau kekuranganya. Langsung aja install aja! Ini daftar kecil penggunakan commnad di Lynx web browser.

  • Untuk membuka halaman web baru, ketik huruf g lalu ketikan URL yang dimaksud kemudian tekan ENTER atau panah kiri pada keyboard
  • Untuk berpindah dari link yang satu ke link yang lain gunakan panah atas dan panah bawah pada keyboard
  • Sedangkan untuk Forward dan Back gunakan panah kanan dan panah kiri pada keyboard
  • Untuk melihat daftar perintah yang ada di browser Lynx, ketik huruf k
  • Untuk keluar dari Lynx ketik huruf q

Nih Skrinsyut tampilan lynx di LMDE ane:

Tertarik untuk mencoba? Coba aja dan rasakan sensasinya!